Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Orang Tua Bercerai, Haruskah?

 
Orang Tua Bercerai

Memiliki keluarga utuh merupakan idaman semua orang tak terkecuali. Dengan keluarga utuh tentu akan menimbulkan rasa tenteram dan menghangatkan satu dengan lainnya. Terlebih anak akan merasa aman apabila ayah dan ibu mereka berada dalam satu kapal yang sama, yaitu pernikahan.

Kalau zaman now, keluarga harmonis punya istilah keluarga cemara, dimana anggota keluarga lengkap, orang tua yang sangat supportif, anak-anak yang patuh dan segala pencapaian positif yang ada pada sebuah keluarga. Tentu menjadi dambaan apabila kita memiliki keluarga cemara.

Namun bagaimana yang terjadi apabila hubungan suami istri sudah tidak dapat dipertahankan? Tentunya ini perlu mendapat jawaban yang bijak. Apalagi jika dalam suatu keluarga sudah ada anak-anak, maka terkadang ketidakcocokan suami istri harus dikesampingkan.

Jika dalam suatu rumah tangga sudah tidak menemukan lagi kecocokan, kebahagiaan hingga akhirnya berujung pada pertengkaran terus menerus, maka bisa jadi perceraian merupakan solusi terbaik bagi pasangan suami istri yang sudah membina rumah tangga dalam jangka waktu tertentu.

Haruskah Suami Istri Bercerai?

Pertanyaan di atas mungkin akan sangat sulit untuk dijawab, terutama bagi kalian yang memiliki keluarga harmonis. Dalam agama yang saya anut yaitu Islam, perceraian merupakan hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT namun diperbolehkan. Bayangkan jika sampai Tuhan mengharamkan yang namanya perceraian, mungkin sebagian besar pasangan suami istri hidup tersiksa dalam pernikahan mereka.

Lalu mengapa sih perceraian itu harus terjadi? Biasanya ada beberapa sebab perceraian terjadi pada suami istri, sebut saja:
  • Perselingkuhan
Perselingkuhan dapat terjadi baik itu oleh suami maupun istri. Hanya saja yang menjadi pertanyaan, mampukan keduanya saling memaafkan apabila perselingkuhan telah terjadi dan memulai dari nol kehidupan pernikahan seperti tak pernah terjadi apa-apa. Diperlukan kebesaran hati untuk memaafkan apabila perselingkuhan telah terjadi.
  • Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Sejatinya dalam rumah tangga suami dan istri saling memberikan rasa nyaman dan kelembutan. Dengan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga tentu sudah mengaburkan tujuan awal pernikahan itu dibentuk. Lagi-lagi dikembalikan kepada korban kekerasan dalam rumah tangga, apakah itu suami atau istri. Apakah mereka sanggup menerima kekerasan terus menerus dalam kehidupan pernikahan, atau justru menyerah dan memilih bercerai.
  • Keluarga Besar yang Terlalu Ikut Campur
Saya pernah membaca status seorang teman di media sosial, bahwa dia merasa tidak betah apabila berkumpul keluarga besar. Hal ini dikarenakan keluarga besar suami selalu ikut campur kondisi rumah tangganya. Bersyukurnya teman saya memiliki suami yang berbesar hati dengan tidak pernah mengindahkan nyinyiran keluarganya sendiri. Bayangkan apabila suami mendengarkan semua pengaruh dari keluarga, dan istri menjadi pihak yang dirugikan. 

Penutup

Perceraian mungkin merupakan kata yang menakutkan di telingan kita yang sudah terikat dalam janji suci pernikahan. Namun bisa jadi perceraian menjadi solusi bagi kedua belah pasangan suami istri untuk bisa keluar dari permasalahan yang tak kunjung usai. Jadi bagi anak yang memiliki orang tua bercerai, jangan bersedih ya. Karena bisa jadi membawa hikmah bagi keduanya.

Meskipun dalam Islam, perceraian merupakan suatu hal yang dibolehkan namun jangan jadi pembenaran apabila setiap ada konflik, pasangan suami istri langsung mengambil keputusan bercerai.

Tentunya ada langkah seperti mediasi yang bisa dilakukan oleh pasangan suami istri dalam upaya menghindari perceraian. Namun apabila sudah tidak bisa lagi dicarikan jalan keluar atas permasalahan dalam rumah tangga, maka memang jalan terbaik adalah bercerai.

Semoga para suami istri yang saat ini sedang berjuang menyelesaikan masalahnya tetap diberi kejernihan pikiran.

Posting Komentar untuk "Orang Tua Bercerai, Haruskah?"